2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 12,000 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 20 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menggambar dengan Tutorial

Sudah lama anak-anak tidak menengok link yang berisi tutorial menggambar. Tutorialnya sangat mudah diikuti, karena diberikan langkah-langkah menggambar dengan jelas. Nama websitenya adalah Dragon Art.

Danish memilih tokoh kartun kesukaannya yaitu spongebob. Ini hasil gambar Danish dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan. Lucunya dia sedikit memodifikasi model mulut si spongebob dari gambar yang dia contoh^_^

Kalau ingin melihat tahapan menggambar spongebob bisa dilihat di sini.

Sedangkan Aisya lebih memilih animasi manga sebagai latihannya. Awalnya dia agak kesal karena tidak bisa mengikuti video tutorialnya, dan kecewa hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, tapi lama-lama dia modifikasi sendiri juga untuk menghibur hatinya ^_^

Posted in Gambar dan Prakarya | Tagged | Leave a comment

Hari 27: Membuat Buku Cerita (4)

Hari ke 27  tantangan klub oase, media yang dipakai untuk membuat buku cerita adalah adalah cerita bergambar (cergam). Sebetulnya ini adalah salah satu tugas ketrampilan Ramadhan yang diadakan oleh SIN (Sekolah Indonesia Netherland) di Den Haag. Seluruh anak-anak SD (Sekolah Dasar) membuat cerita berdasarkan gambar yang sudah disusun oleh gurunya, kemudian hasil karya anak-anak ini dipajang dan bisa dibaca oleh orang tua murid saat acara buka puasa bersama di SIN.

Kertas bergambar Dinosaurus ini ditempelkan ke kertas yang lebih tebal, kemudian dihiasi oleh kertas tipis HVS untuk sampul depan buku. Buku punya Aisya modelnya seperti buku acordion sedangkan punya Danish seperti buku pada umumnya. Hasil cerita bergambar mereka bisa dilihat seperti foto kolase di bawah ini.

Ketika buku cerita bergambar ini sudah jadi, mereka secara bergiliran membacakan isi ceritanya. Kadang mereka tersenyum sendiri saat membaca tulisan mereka 🙂

Karena Aisya dan Danish tidak bisa ikut acara buka puasa bersama, maka “cergam” ini saya dokumentasikan di media online mixbook.

Selengkapnya cerita bergambar Aisya bisa dibaca DI SINI 

Danish masih irit sekali kalimatnya alias belum banyak ^_^, tetapi tidak apa-apa semuanya butuh proses. Cerita bergambar Danish bisa dibaca DI SINI.

Posted in Membuat Buku Cerita, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | Leave a comment

Hari 26: Membuat Buku Cerita (3)

Hari ke 26 tantangan klub oase masih berhubungan dengan membuat buku cerita. Kali ini Aisya membuatnya dari media kertas karton tebal. Bagian depan (cover) dihias dengan kertas kreb dan diberi tempelan kartu bergambar, sedangkan bagian belakang buku dilapisi dengan kertas HVS warna pink yang diberi hiasan stiker.

Ide pembuatan buku ini berasal dari buku ketrampilan milik perpustakaan yang dipinjamnya minggu lalu.

Buku Panduan

Saya sendiri sering dibuat takjub oleh hasil karya anak-anak, karena hasilnya sering kali sangat berbeda dengan contoh aslinya (kebalikan dengan saya yang berusaha untuk selalu sama dengan contoh aslinya, sepertinya anak-anak lebih berani untuk berkreasi dengan sentuhan yang beda ^_^).

Bagian dalam buku berupa cerita pendek berbentuk komik. Cerita yang dibuat Aisya tentang bermain bersama dan ajakan untuk mengunjungi seorang teman yang sedang dirawat di rumah sakit.

Bagian dalam buku berupa cerita komik.

Posted in Komik, Membuat Buku Cerita, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , , | Leave a comment

Foto-Foto Tantangan Klub Oase

Berikut ini beberapa foto tantangan klub Oase yang tidak sempat saya buat tulisan lengkapnya. Untuk sementara digabung jadi satu di sini dulu ^_^.

Hari 14: Museum Tintin

Inginnya suatu hari nanti membuat catatan khusus tentang kunjungan di museum ini. Banyak ilmu yang diperoleh dari penulis buku Tintin tentang bagaimana cara dia melahirkan karya-karnyanya.

Krena di dalam museum tidak diperbolehkan mengambil gambar, akhirnya cuma bisa foto di depan museum dan dit toko souvenirnya. Di dalam museum di sediakan ruangan untuk membuat e-card yang dikirim via email kita.

Hari 15: Three Country Point (Driepundland)

Suatu tempat di mana tiga negara bertema di satu titik. Tiga negara tersebut adalah Jerman, Belanda dan Belgia.

Hari 20: Morse Mystery

Permainan yang menarik mengingatkan saya pada masa kecil dulu ketika masih aktif ikut pramuka. Permainan ini bisa dikembangkan dengan membuat sandi sendiri.

Hari 21: Maritza Menyusun Kartu Bergambar

Sekarang giliran Maritza menyusun kartu bergambar. Permainan ini mirip puzzle, contohnya Maritza menyusun 3 buah kartu untuk membentuk gambar orang. Tiga kartu ini meliputi bagian kepala, badan dan kaki.
Permainan kedua adalah mencari gambar yang sama setelah memasangkan 2 kartu bergambar sejenis. Contoh gambar kaos kaki, Maritza akan mencari pasangan kartu yang bergambar kaos kaki juga. Permainan ini dilanjutkan dengan mengumpulkan beberapa pasang kaos kaki kakaknya, ummi dan abinya. Acak kaos kaki tersebut, dan mulailah Maritza memilah-milah lagi sesuai dengan pasangannya.

Hari 22: Membantu  Ummi Membuat Kue

Hari 23: Aktifitas Maritza

Kegiatan pertama melatih motorik halusnya untuk mencoba beberapa model kancing.

Kegiatan kedua: berhasil mengabadikan moment dia saat menirukan ummi dan abinya telepon ^_^

Kegiatan ketiga: memasang meja dan beberapa mainan seperti gambar yang ada, kemudian membongkarnya lagi.

Hari 24: Saling Memotret

Beberapa hasil jepretan anak-anak yang fokus dari banyak foto yang blur alias goyang. Pemotretan dilakukan saat umminya sibuk menyiapkan buka puasa, ternyata anak-anak juga sibuk memotret sendiri ^_^

Hari 25: Ke Taman Bermain

Musim panas tahun ini cuaca tidak menentu, lebih cenderung dingin dan sering hujan. Ketika cuaca cerah maka kami tidak menyia-nyikan kesempatan ini untuk bermain bersama anak-anak ke taman bermain di dekat rumah.

Hari 28: Membuat Es Buah Melon 

 

Hari 29: Membuat Kartu Lebaran (Digiscrap)

Hari 30: Idul Fitri 1432H

Pagi sholat idul fitri di KBRI Brussels, dilanjutkan ramah tamah di Wisma Duta. Anak-anak pun senang bertemu dan bermain bersama dengan teman-temannya yang lain.

 

 

Posted in Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged | 1 Comment

Hari 19: Menyusun Gambar Sesuai Urutan Cerita

Hari ini anak-anak membaca buku Tintin & Snowy(2) yang mereka beli di Museum Tintin. Di buku ini banyak sekali aktifitas atau permainan, salah satunya adalah menyusun gambar sesuai dengan cerita yang diberikan. Story Sequencing menarik untuk dijadikan tema hari 19 tantangan klub Oase.

Ini adalah salah satu contoh kegiatan mengurutkan gambar sesuai dengan cerita yang ada. Setelah membaca cerita, saya minta anak-anak untuk mengurutkan nomor yang ada pada gambar. Hasilnya bisa dilihat di kolase foto ini.

Aisya dan Danish memberikan urutan yang berbeda, kemudian kita melihat sama-sama siapa yang urutan nomornya sesuai dengan kunci jawaban yang disediakan di halaman akhir buku ini. Keduanya sama-sama salah menempatkan satu gambar yaitu gambar yang bernomor 1, sisa gambar sudah benar urutannya. Good job! 🙂

Hmmmm……menarik sekali kegiatan ini, seperti biasa saya mulai penasaran untuk berselancar mencari link-link yang berhubungan dengan story sequencing, akhirnya ketemu beberapa tautan yang lumayan bagus untuk dipakai:

1. Story Picture Sequencing: dalam website ini diberikan banyak contoh gambar bagus yang bisa digunakan untuk membuat cerita dengan mengurutkan gambar-gambar tersebut.

2. Story Sequencing: ada banyak kartu bergambar dengan tema-tema tertentu. Dijelaskan juga dengan detail aturan permainannya. Anak-anak bisa menyusun bebas kartu yang ada sesuai dengan logika mereka kemudian membuat cerita atau sebaliknya anak-anak menyusun gambar setelah mendengarkan cerita yang disediakan di setiap tema.

Kegiatan ini sangat menyenangkan, selamat mencoba! ^_^

Posted in Membuat Buku Cerita, Story Sequencing, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | Leave a comment

Hari 18: Membuat Buku Cerita (2)

Hari 18 Tantangan Klub Oase, temanya masih sama dengan hari ke 4 yaitu membuat buku cerita sendiri. Hanya saja media yang digunakan lain. Kalau di posting sebelumnya Aisya menggunakan media online untuk menulis cerita, sekarang dia mencoba membuat buku di buku gambar dia dengan tulisan tangan dan menggambar sendiri sesuai dengan cerita. Semoga bisa membaca tulisan tangannya yang berupa huruf latin atau sambung ^_^. Dia ternyata lebih menikmati membuat buku dengan menulis dan menggambar sendiri, katanya lebih enak dan gampang (padahal sebelumnya dia menolak dengan dalih susah menggambarnya, mungkin karena dia belum mencobanya :)).

Akhir-akhir ini memang dia senang menulis sampai pada suatu hari Aisya berkata “Aisya sekarang tidak mau jadi penari balet lagi, tapi jadi penulis buku saja, nanti bukunya kalau sudah jadi dijual”. Saya tersenyum mendengar impiannya sembari berkata “Iya…bagus, latihan menulis terus yah” komentarku untuk memberi semangat.  Sudah ada perkembangan dari buku sebelumnya. Alur cerita sudah ada meskipun susunan kalimatnya masih terbalik-balik. Mungkin masih rancu dengan bahasa Belanda yang biasa dia pakai kalau di sekolah. “Bravo…Aisya! moga tetap semangat menulis ya sayang”. Ini beberapa lembar cerita yang ada dalam buku gambarnya.

Buku Aisya berjudul putri-putri, dia ingin dalam satu buku itu cerita dari putri satu ke putri lainnya. Untuk bagian pertama Aisya bercerita tentang putri salju, selengkapnya bisa di baca DI SINI.

Saya penasaran juga untuk mencari beberapa tulisan yang bisa digunakan dalam membimbing anak-anak dalam menulis cerita. Saya pikir ini waktu yang bagus untuk menggali potensinya di saat dia memang sangat antusias dengan kegiatan tulis menulis ini. Akhirnya dapat juga beberapa link yang menurut saya lumayan untuk dijadikan referensi, diantaranya adalah:

1. Help Child to Write a Story

2. Making Books with Children.

3. Story starter, yaitu menggunakan semacam worksheet yang berisi satu ide cerita, kemudian membiarkan anak-anak untuk melanjutkan dan mengembangkan sendiri cerita serta gambarnya.

Sedangkan media yang bisa dipakai untuk membuat buku secara online:

1.  Tikatok

2. Write Me a Story

3. Make your own story

4. Mixbook

Posted in Membuat Buku Cerita, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | 2 Comments

Hari 17: Aku Cinta Indonesia

Hari ke 17 tantangan klub oase bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66 dan bertepatan dengan hari ke 17 ramadhan, semoga membawa berkah menuju Indonesia yang lebih baik dari sekarang. Bagi kami yang sementara ini tinggal di negeri orang tentu saja moment ini tidak bisa dirasakan langsung oleh anak-anak (kecuali kalau kami datang ke KBRI), tapi bukan berarti kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengenang peristiwa penting bangsa Indonesia ini. Maka dari hari sebelumnya saya dan anak-anak menonton lewat youtube beberapa peristiwa penting detik-detik menjelang kemerdekaan RI tahun 1945, kemudian melihat beberapa klip video tentang keindahan dan kekayaan Indonesia. Setelah menonton beberapa film akhirnya Danish menggambar salah satu senjata tradisional rakyat Aceh yaitu rencong, sedangkan Aisya berusaha menggambar penari piring dari Minangkabau, Sumatra Barat.

Aisya dan Danish juga membuat prakarya anggota tim Garuda hehehhe…..Mereka membuatnya dari karton gulung bekas tisyu kamar mandi, kemudian mereka lapisin dengan kertas bewarna merah dan diberi tanda merah-putih di dadanya. Tak lupa si boneka memegang bendera merah putih. Sore harinya jadwal Danish latihan sepak bola, hari ini anak-anak kompak memakai kaos bertuliskan Dirgahayu Republik Indonesia ke 66 (bulan lalu dapat kaos ini dari KBRI, Brussels saat ikut pertandingan bulutangkis untuk memperingati HUT RI). Selama Danish berlatih bola dengan teman-temannya, Aisya dan Maritza duduk sebagai suporter 🙂

Anak-anak juga membuat bendera Indonesia merah putih, kemudian Aisya menulis “Aku Cinta Indonesia dan Aku Merdeka”, juga menulis “Maritza Cinta Indonesia dan Maritza Merdeka”. Saya tersenyum saat membacanya, kemudia saya tanya “Apa arti merdeka?” Aisya menjawab “merdeka itu kalau bendera merah putih di ke atasin (maksudnya dikibarkan) dan tidak ada yang jajah Indonesia lagi”:)

Ini beberapa contoh video yang kami gunakan bersama anak-anak untuk lebih mengenal Indonesia dari dekat (video pertama tentang mengenal pulau Sumatera, terimakasih ibu Dessy link videonya). Klip di video ini bagus, menggambarkan keunikan setiap propinsi di Sumatera.

Video kedua menggambarkan begitu indahnya alam Indonesia dan begitu kayanya akan budaya serta sumber daya alam. Rupanya Aisya cukup kritis ketika melihat video ini dia nyeletuk “Ummi kenapa di sini gambarnya bagus-bagus, tapi kalau kita lihat berita Indonesia selalu lihat dan dengar yang sedih-sedih dan susah terus? Banyak yang tidak bisa makan, banyak yang tidak bisa sekolah, banyak yang sakit tidak bisa ke dokter dll”. (kami memang cukup sering mendengarkan berita Indonesia lewat internet dan anak-anakkadan ikut melihat atau mendengarkan juga). Yang lebih lugu lagi adalah dia baru tau kalau sekolah di Indonesia itu harus bayar dan bahkan ada yang sangat mahaaaal sekali, dia tanya “bayarnya kemana? ke jufvrouw (guru)?”  (bertanya seperti ini karena di Belgia sekolah gratis dari TK sampai tingkat SMA).

Saya dan suami suka berpesan untuk selalu berdoa dan belajar sebaik mungkin sehingga bisa membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Tetap semangat dan optimis, yakin kalau Indonesia bisa lebih baik.

Posted in Aku Cinta Indonesia, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | Leave a comment

Hari 16: Mengenal Dunia Semut

Hari ke 16 tantangan klub oase adalah memperdalam tentang dunia semut. Di musim panas ini beberapa semut memang mulai tampak di tanah atau di antara bebatuan. Sebelumnya anak-anak sangat jarang melihat semut terutama di musim dingin. Dan nyaris kita tidak pernah menjumpai semut di appartemen tempat kami tinggal (ingatan langsung melayang ke Indonesia ketika mudah sekali menjumpai semut jika ada setitik makanan yang tercecer di lantai atau meja atau di mana saja, maka akan datang gerombolan semut).

Nah……tanya jawab seputar dunia semut pun mulai seru, anak-anak ingin tau lebih banyak tentang binatang kecil ini. Meskipun ukurannya kecil tapi mereka mampu mengangkat makanan dan daun-daunan yang dibawa di punggung mereka. Mereka juga sangat kompak dengan temannya dan berkomunikasi melalui 2 antena dengan cara saling menyentuh. Saya yang sebelumnya tidak tau banyak tentang semut jadi penasaran juga, akhirnya bersama-sama kita menelusuri dunia semut dengan memakai beberapa referensi dan link di internet.

Berikut ini beberapa link yang kami pakai:

1.  Kisah sahabat kecil kita si semut (Harun Yahya versi Indonesia)

2. Kisah Semut dan Nabi Sulaiman (salah satu cerita dari buku Kisah Menakjubkan dalam Al Quran oleh Ridwan Abqary).

3. Ants, Ants and More Ants (http://www.raz-kids.com/, yang ini kami langganan)

4. Lapbook tentang semut bisa diunduh gratis di:

http://www.homeschoolshare.com/ant_lapbook.php dan

http://www.homeschoolhelperonline.com/lapbooks/ants.htm

Selain itu anak-anak juga melihat bagaimana semut bekerja dengan koloninya melalui youtube:

Dan lihatlah bagaimana rukunnya mereka.

Posted in Lapbook, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , , | Leave a comment

Hari 14a: Berkunjung ke rumah teman

Hari 14 Tantangan Klub Oase, setiap hari sabtu selama bulan ramadhan ada acara pengajian, buka puasa bersama dan sholat terawih di KBRI, Brussels.  Sekalian saja setelah selesai acara ini kita main dan bermalam di rumah tante Miya yang tinggal di kota Namur (daerah Belgia yang berbahasa Perancis).

Sebenarnya banyak sekali kegiatan yang dilakukan anak-anak di sini, dari sahur, sholat shubuh berjamaah dan aktivitas anak-anak di dalam dan di luar rumah. Yang paling seru adalah aktifitas di luar rumah, kebetulan ada halaman belakang yang terdapat aneka bunga cantik dan buah seperti bluberry, cherry dan apel (yang apel milik tetangga sebelah yang buahnya menjulur sampai ke halaman belakang rumah teman). Anak-anak berlarian di atas rumput dan sangat senang ketika menemukan banyak siput yang bertebaran di atas rumput. Aisya dan Danish sibuk mengumpulkan si siput dan menaruhnya dalam wadah plastik yang diberi daun-daun. Mereka juga mendapat 2 pot tanaman kaktus dari tante Miya. Sayangnya….semua foto-foto kegiatan di atas hilang semua gara-gara kesalahan saya, hu..hu…hu…sedihnya……, akhirnya ini minta foto dari kamera mba Miya yang kebetulan mengabadikan sebagian keciiiil kegiatan di dalam rumah bersama si cantik Amelie (putri tante Miya).

Makasih om Dom dan tante Miya..., sayang si cantik Amelie tidak ikut foto karena sedang tidur siang.

Setelah dari rumah tante Miya, kita berkunjung ke rumah tante Ika di daerah Waterloo. Di sini anak-anak main dengan kakak Fathan, Razhan dan Ayesha. Mereka mempunyai binatang piaraan Hamster dan kura-kura kecil. Wah….anak-anak senang sekali melihat kedua binatang itu.

Kunjungan masih berlanjut lagi ke kota Lueven, di sini kita berkunjung ke rumah tante Elly dan tante Ully. Kita buka puasa dan sholat maghrib di rumah tante Elly, lalu di rumah tante Ully anak-anak bermain dengan kakak Amori dan Hanifah, mereka juga punya kura-kura kecil. Hari ini padat sekali acara berkunjung dari satu rumah ke rumah teman yang lain, sayang tidak ada foto-fotonya. Semoga tali silahturahmi tetap slalu terjaga, amin.

Posted in Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | Leave a comment