Hari 17: Aku Cinta Indonesia

Hari ke 17 tantangan klub oase bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66 dan bertepatan dengan hari ke 17 ramadhan, semoga membawa berkah menuju Indonesia yang lebih baik dari sekarang. Bagi kami yang sementara ini tinggal di negeri orang tentu saja moment ini tidak bisa dirasakan langsung oleh anak-anak (kecuali kalau kami datang ke KBRI), tapi bukan berarti kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengenang peristiwa penting bangsa Indonesia ini. Maka dari hari sebelumnya saya dan anak-anak menonton lewat youtube beberapa peristiwa penting detik-detik menjelang kemerdekaan RI tahun 1945, kemudian melihat beberapa klip video tentang keindahan dan kekayaan Indonesia. Setelah menonton beberapa film akhirnya Danish menggambar salah satu senjata tradisional rakyat Aceh yaitu rencong, sedangkan Aisya berusaha menggambar penari piring dari Minangkabau, Sumatra Barat.

Aisya dan Danish juga membuat prakarya anggota tim Garuda hehehhe…..Mereka membuatnya dari karton gulung bekas tisyu kamar mandi, kemudian mereka lapisin dengan kertas bewarna merah dan diberi tanda merah-putih di dadanya. Tak lupa si boneka memegang bendera merah putih. Sore harinya jadwal Danish latihan sepak bola, hari ini anak-anak kompak memakai kaos bertuliskan Dirgahayu Republik Indonesia ke 66 (bulan lalu dapat kaos ini dari KBRI, Brussels saat ikut pertandingan bulutangkis untuk memperingati HUT RI). Selama Danish berlatih bola dengan teman-temannya, Aisya dan Maritza duduk sebagai suporter🙂

Anak-anak juga membuat bendera Indonesia merah putih, kemudian Aisya menulis “Aku Cinta Indonesia dan Aku Merdeka”, juga menulis “Maritza Cinta Indonesia dan Maritza Merdeka”. Saya tersenyum saat membacanya, kemudia saya tanya “Apa arti merdeka?” Aisya menjawab “merdeka itu kalau bendera merah putih di ke atasin (maksudnya dikibarkan) dan tidak ada yang jajah Indonesia lagi”:)

Ini beberapa contoh video yang kami gunakan bersama anak-anak untuk lebih mengenal Indonesia dari dekat (video pertama tentang mengenal pulau Sumatera, terimakasih ibu Dessy link videonya). Klip di video ini bagus, menggambarkan keunikan setiap propinsi di Sumatera.

Video kedua menggambarkan begitu indahnya alam Indonesia dan begitu kayanya akan budaya serta sumber daya alam. Rupanya Aisya cukup kritis ketika melihat video ini dia nyeletuk “Ummi kenapa di sini gambarnya bagus-bagus, tapi kalau kita lihat berita Indonesia selalu lihat dan dengar yang sedih-sedih dan susah terus? Banyak yang tidak bisa makan, banyak yang tidak bisa sekolah, banyak yang sakit tidak bisa ke dokter dll”. (kami memang cukup sering mendengarkan berita Indonesia lewat internet dan anak-anakkadan ikut melihat atau mendengarkan juga). Yang lebih lugu lagi adalah dia baru tau kalau sekolah di Indonesia itu harus bayar dan bahkan ada yang sangat mahaaaal sekali, dia tanya “bayarnya kemana? ke jufvrouw (guru)?”  (bertanya seperti ini karena di Belgia sekolah gratis dari TK sampai tingkat SMA).

Saya dan suami suka berpesan untuk selalu berdoa dan belajar sebaik mungkin sehingga bisa membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Tetap semangat dan optimis, yakin kalau Indonesia bisa lebih baik.

This entry was posted in Aku Cinta Indonesia, Tantangan 30 Hari Klub Oase and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s