Hari 13: Membuat Perisai atau Tameng

Hari ke 13 Tantangan Klub Oase, Danish membuat perisai atau tameng yang biasa dipakai tentara jaman dahulu. Dia membuat prakarya ini sambil melihat buku petunjuk yang dipinjamnya dari perpustakaan beberapa hari yang lalu.

Bahan-bahan:

1.  Kertas karton tebal.

2. Kertas warna-warni (kebetulan dia memilih warna hijau dan emas).

3. Selotip.

Jadinya seperti foto di bawah ini, ya…gak mirip-mirip banget sih…tapi cukup OK lah :). Good job Danish!

Posted in Gambar dan Prakarya, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | Leave a comment

Hari 12: Latihan Gerakan dan Bacaan Sholat

Tak terasa sudah masuk hari ke 12 untuk tantangan klub oase. Berhasil juga mendokumentasikan beberapa aktifitas anak-anak meskipun tidak semuanya tersimpan dengan baik, tapi paling tidak sudah terbentuk album kegiatan anak-anak selama 2 minggu ini. Kalau melihat-lihat lagi album ini dari hari pertama sampai hari ini suka tersenyum sendiri, anak-anak pun senang melihat foto-foto mereka dengan hasil karyanya tersimpan dengan cantik dan rapi.

Alhamdulillah memasuki minggu kedua beberapa agenda ramadhan yang telah disusun sudah terlaksana, nah….salah satu kegiatan yang tiap hari kami lakukan bersama anak-anak adalah sholat 5 waktu berjamaah. Inilah salah satu berkah dan nikmat bulan ramadhan, kesempatan untuk sholat berjamaah lebih banyak. Kesempatan ini tidak kami sia-siakan untuk melatih anak-anak dalam gerakan dan menghapal bacaan sholat.

Danish latihan jadi imam untuk kakak Aisya dan adik Maritza

Si kecil juga selalu ikut serta, dari mulai wudhu hingga sholat bersama, meskipun di pertengahan sholat dia akan berlari-lari, atau bergelanyut manja minta gendong, atau naik di punggung ^_^.  Danish juga latihan menjadi imam untuk kakak dan adiknya. Beberapa bacaan sholat masih belum hapal, dan juga gerakan sholat diperbaiki ( Saya pun dan abinya juga terus belajar). Sungguh senang melihat anak-anak seperti ini, semoga Allah menjadikan kalian anak-anak yang sholeh dan sholeha yah……amin.

Dan khusus untuk Aisya yang sudah berumur 7 tahun, kami sering bernyanyi bersama untuk selalu mengingatkan sholat 5 waktu. Lagunya berjudul “Sholatlah Nak”.

Posted in Agenda Ramadan, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | Leave a comment

Hari 11: Maritza dan Boneka

Hari 11 tantangan klub oase khusus mendokumentasikan Maritza saat bermain dengan boneka. Beberapa foto pas dapat momentnya, lucuuuuuu melihat ekspresi dia ketika membacakan buku, menimang-nimang, mencium, memberi minum serta bernyanyi untuk bonekanya. Biasanya dia jarang sekali lho main dengan boneka, kalau ada boneka dan mobil-mobilan di depannya pasti dia akan mengambil mobil-mobilan hehehe…. Makanya hari ini tumben sekali dia bisa menghayati permainan bonekanya.

Lihatlah beberapa ekspresi dia yang sangat menggemaskan.


Dia sekarang ini lagi senang nyanyi lagunya Mega Mindy yang berjudul “Opa”, dia hanya bisa berkata Opa…opa…., itu saja berulang-ulang sisanya na…na…na…..:). Sambil memegang mainannya yang dipakai untuk microphone kepalanya pun bergoyang ke kanan dan ke kiri, aiiih……lucunya….kapan-kapan ummi pingin merekam juga kalau dia lagi nyanyi (biasanya sih suka gak sukses karena begitu tau direkam langsung berhenti nyanyi dia). Nah…kalau ingin tau lagunya seperti apa bisa dilihat di sini.

Posted in Mainan, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , , | Leave a comment

Hari 10: Pergi ke Perpustakaan dan komik

Pergi ke perpustakaan jadi tema di hari ke 10 Tantangan klub oase, sebenarnya ini adalah satu dari sekian banyak aktifitas yang terdokumetasikan hari ini. Anak-anak memang sengaja ingin meminjam buku ketrampilan untuk membuat berbagai macam prakarya selama liburan musim panas ini, dan juga meminjam beberapa buku komik dan DVD. Di musim liburan ini anak-anak bisa meminjam dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Setiap anak bisa meminjam lebih dari 10 buku dan waktu peminjaman selama 3 minggu.

Aisya dan Danish langsung sibuk memilih buku dan DVD yang mereka ingin pinjam dan baca di perpustakaan. Sedangkan Maritza seperti biasanya lari-lari kesana kemari dan bermain puzzle serta mainan lainnya, selalu itu yang dia lakukan seperti yang pernah saya ceritakan di blog martiza saat ke perpustakaan.

Akhirnya mereka meminjam 18 buku dan 5 DVD, whuaaa…….lumayan juga untuk mengisi kegiatan beberapa hari ini. Sebelum pulang mereka sempat melihat film dokumenter sebentar. Kemudian dengan menggunakan kartu masing-masing mereka pun mulai menscan satu persatu buku dan DVD yang mereka pinjam di mesin pencatat.

Anak-anak mulai menyukai komik, memang Belgia gudangnya komik terkenal seperti Tintin, Smurf, Asterix, Lucky Luke dll. O…iya bulan lalu kita juga pergi ke museum komik di Brussels, Belgia. Sekalian saja dokumentasinya sedikit saya taruh di posting ini yah….

Dan ini sebagian foto-foto yang saya ambil di toko souvenir, kalau lihat harganya langsung terbelalak mahaaaaal-mahaaaal, makanya dijepret-jepretin aja deh buat kenang-kengan gak sanggup beli soalnya 🙂

Posted in Komik, Sarana Umum | Tagged , , | Leave a comment

Hari 9: Maritza menemani ummi ke dokter

Hari 9 Tantangann 30 hari klub oase bersamaan dengan waktunya saya kontrol ke dokter jantung di rumah sakit UZ Leuven. Kebetulan 1 tahun yang lalu tepatnya 7 mei 2010 saya melakukan operasi kecil untuk menutup jantung saya yang berlubang (bawaan dari lahir). Kata dokter penyakit saya ini disebut ASD (Atrial Septal Defect). Jadi ada 2 lubang di bagian serambi jantung saya. Wah….kok jadi curhat begini yah hehehe…..

Jam 8.30 kita berangkat naik kereta dari Hasselt ke Leuven, kemudian dilanjutkan naik bus untuk sampai di rumah sakit. Selama perjalanan Maritza sangat menikmati sarana transportasi ini. Di kereta dia menulis sambil sesekali melihat pemandangan dari jendela kereta, atau jalan bola-balik di dalam kereta dan naik-naik ke tempat khusus untuk mengyimpan tas atau stroller. Di dalam bus juga duduk sendiri tidak mau dipangku atau dipegangin. Kebetulan sekarang masih liburan sekolah (summer holiday) jadi kereta dan bus lumayan sepi.

Sesampainya di rumah sakit, kita menunggu beberapa saat. Maritza selama berada di ruang tunggu melakukan beberapa aktifitas seperti membaca majalah yang disediakan di meja ruang tunggu, setelah bosan ganti dia naik-naik ke bangku dan mainan gorden. Lukisan di ruang tunggu pun menarik hatinya, dia pegang-pegang dan tersenyum ketika menyentuhnya karena permukann lukisan yang kasar oleh cat minyak. Setelah bosan akhirnya tanaman plastik hias jadi sasaran, dia tarik-tarik dan akhirnya sebagian lepas 🙂

Akhirnya tiba giliran ummi dipanggil masuk ke ruang dokter. Setelah diperiksa alhamdulillah hasilnya memuaskan. Alat berbentuk payung yang digunakan untuk menutup jantung saya yang berlubang masih pada tempat yang benar dan sudah tertutup oleh lapisan jantung. Tidak ada lubang lagi sehingga jantung bekerja dengan normal (tidak ada percampuran darah kotor dan bersih seperti sebelumnya karena ada bagian jantung yang berlubang), sekarang ukuran jantung mulai mengecil meskipun tidak seperti orang normal lainnya. Tiada kata yang terucap selain Alhamdulillah…..puji syukur padamu ya Allah yang telah memberi nikmat sehat ini. Dokter akan memberikan medical record lengkap dalam bahasa Inggris sehingga mudah dimengerti oleh dokter lain dan bisa saya gunakan untuk kontrol di rumah sakit manapun. Sebagai kengang-kenangan sebelum meninggalkan Belgia minta foto bareng sama Dr. Herregods ^_^

Posted in Sarana Umum, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , | Leave a comment

Hari 8: Eksperimen Tarian Soda, Lada Kocar-Kacir dan Berburu Bilangan dalam Balon

Hari 8 Tantangan 30 hari Klub Oase adalah hari yang padat, sampai saya tidak sempat mendokumentasikan kegiatan tepat pada waktunya. Pagi-pagi anak-anak sudah meminta untuk melakukan percobaan sederhana seperti yang dilakukan teman-teman di rumah sains ilma.

Eksperimen pertama adalah Tarian Soda.

Eksperimen Tarian Soda

Pada percobaan yang ini kita kurang sukses, biji kedelai yang dimasukkan pada air minuman berkarbonasi kurang “menari” seperti yang diharapkan hehehe…., atau mungkin karena saya memakai air sprite, atau barangkali juga biji kedelai yang saya gunakan terlalu besar ukurannya (nanti saya tanyakan ke Kak Muzi yang menciptakan eksperimen ini). Menurut teorinya, biji kedelai akan bergerak naik turun di dalam air berkarbonasi, hal ini disebabkan karena banyaknya gas karbonasi mengumpul di biji kedelai sehingga membuat biji kedelai tersebut bisa naik ke atas.

Eksperimen kedua adalah Lada Kocar-Kacir. Tertarik melakukan percobaan ini setelah melihat postingan beberapa teman di FB yang melakukan hal yang sama. Kalau percobaan yang ini sukses, horeeee….:). Fenomena larinya bubuk lada ke tepi piring karena rusaknya tegangan permukaan air akibat dimasukkannya cairan sabun. Sebelumnya lada berkumpul di tengah karena adanya tegangan permukaan air ini.

Eksperimen Lada Kocar Kacir .

Kegiatan selanjutnya adalah berburu angka dalam balon. Kebetulan Aisya dan Danish abis belajar bilangan. Nah…di dalam buku panduan ada permainan yang dilakukan secara kelompok yaitu menulis bilangan pada kertas dan dilipat kecil-kecil, kemudian kertas-kertas tadi dimasukkan dalam balon, kemudian ditiup deh balonnya. Wah…semua sibuk meniup balon dari abinya, Aisya dan Danish. Umminya kebagian seksi dokumentasi, Maritza kegirangan dan melompat-melompat setiap balon selesai ditiup. Nah…kemudian tusuk balon tersebut dengan jarum dan “daaaar……!” meletuslah si balon. Anak-anak kemudian mengumpulkan kertas -kertas kecil yang bertaburan, kemudian saya akan meminta mereka mengurutkan bilangan tersebut. Aisya mendapat bagian mengurutkan bilangan dari kecil ke besar sedangkan Danish sebaliknya. Wah…seruuu sekali.

Berburu bilangan dalam balon

Setelah selesai mengurutkan bilangan masih belum selesai juga acara main-main balonnya. Abinya meminta Aisya dan Danish untuk menaruh balon di punggung mereka kemudian tangan diangkat ke atas dan berjalan menuju ruangan lain. Anak-anak tertawa terpingkal-pingkal, dan langsung bubar ketika Maritza mengambil balon di punggung mereka.

Posted in Eksperimen sederhana, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | Leave a comment

Hari 7: Oleh-oleh abi, Show dan Gantungan Pintu

Hari ke 7 Tantangan 30 Hari Klub Oase bertepatan dengan kepulangan abinya dari konferensi Statistik di Miami, Florida. Wah…anak-anak senang bukan main (termasuk umminya juga hehehe), maklum sudah 10 hari kami tidak berjumpa dengan abinya.  Aisya dapat oleh-oleh boneka Barbie dan Danish dapat Marvel City. Senangnya mereka, langsung deh pada sibuk bermain dengan mainan barunya. Danish harus membangun dulu Marvel City sesuai buku petunjuk yang ada.

Siangnya anak-anak mengadakan show yang memang sudah mereka rancang dari hari jumat untuk menyambut kedatangan abinya. Semua kursi dijajar sebagai bangku untuk menonton pertunjukkan. Abinya harus menahan kantuk karena masih jetlag (perbedaan waktu antara Belgia-US) tetap didaulat anak-anak untuk melihat mereka bernyanyi dan menari. Walaupun tetap saja pada akhirnya abinya tertidur pulas hehehehe…..Anak-anak tetap menyanyi dan menari sebagai gantinya ummi disuruh jadi penonton (sekalian saja motretin tingkah mereka yang lucu2). Akhirnya Jadilah kolase foto seperti ini

Pagi-pagi dapat oleh-oleh dari abinya, siangnya show dan sorenya membuat gantungan pintu

Maritza dan aisya bernyanyi kepala, pundak, lutut, kaki...., sebelah kanan hasil gantungan pintu yang mereka buat.

Sore harinya anak-anak meneruskan kegiatan membuat gantungan pintu. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pesantren kilat untuk komponen ketrampilan yang diselenggarakan oleh Sekolah Indonesia Netherland (SIN) di Den Haag, Belanda. Anak-anak selama romadhon ini mengikutinya secara online lewat skype. Sayang saya tidak sempat mengabadikannya lewat foto (hanya membuat videonya saja).

Anak-anak membuat berbagai macam model gantungan pintu seperti tampak pada kolase foto di atas. Mereka membuat gantungan pintu ini dari buku panduan yang diberikan ibu guru mereka di SIN yaitu ibu Dessy.

Buku panduan membuat gantungan pintu dari ibu Dessy.

Rencananya hari ini anak-anak juga ingin membuat lapbook dengan tema wudhu, tapi materinya belum terkumpul, mungkin akan jadi agenda di hari berikutnya, atau bisa juga ditambahkan di lapbook ramadhon mereka yang belum selesai juga 🙂

Posted in Membuat Gantungan Pintu, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , | Leave a comment

Hari 6: Hari yang penuh gambar dan prakarya

This slideshow requires JavaScript.

Hari keenam Tantangan 30 hari Klub Oase adalah hari yang penuh gambar dan hasil prakarya. Ada teman Aisya dan Danish yang ulang tahun hari ini, pagi-pagi mereka sudah sibuk membuat kartu ucapan buat Lola temannya yang berumur 3 tahun. Dengan menggunakan bahan yang sama yaitu kertas tebal dan stiker tema ulang tahun maka selesailah dua kartu ucapan bewarna merah yang serupa tapi tak sama seperti tampak pada kolase foto di bawah ini:)

Semua beraktifitas, menggambar dan membuat prakarya, hasilnya digantung sesuai namanya hehehe

Setelah itu mereka menggambar bebas dan membuat prakarya yang mereka mau. Danish membuat octopus dan mobil-mobilan. Untuk Octopus menggunakan bekas rol tisyu kamar mandi, dan kepala octopus dari kertas warna hijau yang dia gulung dan remas menjadi bentuk seperti bola, ada saja idenya 🙂

Sedangkan Aisya menggambar macam-macam dari prinses Lola, Spongebob, Danish dengan baju bolanya serta menggambar untuk teman baiknya yang bernama Aidan dan Karel.

Maritza juga tidak ketinggalan, dia ikutan menempel stiker kakaknya di kertas kosong dan ikut menggambar. Hari yang penuh hasil karya anak-anak. Berkreasilah terus ya nak….ummi mendukungmu.

Posted in Gambar dan Prakarya, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , , , | Leave a comment

Nyoba buat scrapbook di Smilebox

Dapat harta karun banyak dari mbak Ekawati yaitu link membuat digital scrapbook. Salah satunya adalah membuat scrapbook di smilebox. Pas nyoba ternyata kereeen banget. Untuk versi gratisan ini hasil nyoba pertama.

Click to play this Smilebox scrapbook
Create your own scrapbook - Powered by Smilebox
Personalize a scrapbook

Tapi kekurangannnya kita tidak bebas mendesain scrapbook kita, cuma memakai template yang sudah jadi dari mereka.
Tapi gak papa, lumayan bagus juga hasilnya, selain bisa untuk membuat scrapbook bisa dipakai juga membuat slide, kalender, kartu undangan.

Posted in Scrapbook | Tagged | 1 Comment

Hari 5: Main Jualan (Belajar Matematika Uang)

Hari kelima Tantangan 30 hari klub oase, anak-anak bermain jualan. Aisya dan Danish kemudian mengeluarkan buku dan mainan sebagai barang yang akan dijual. Mereka sibuk menentukan harga tiap barang dan memberi label harga. Sering terjadi adu argumentasi saat menentukan harga suatu barang. Semua barang masih diberi harga bulat, misalnya 2 euro, 5 euro, 10 euro dll, mereka masih suka bingung dengan uang nominal cent, misal 5.95euro (5 euro dan 95 cent).

Mereka berdua gantian saja perannya, kadang jadi penjual kadang jadi pembeli, kalo Maritza dan umminya berperan tetap sebagai pembeli :). Saya akan pura-pura membeli beberapa barang, mereka akan menghitung total harga barang yang saya beli. Lalu saya akan membanyarnya, saya selalu memberi uang nominal besar dari harga barang agar mereka bisa latihan memberikan uang kembalian. Misal harga barang 5 euro saya beri 50 euro, maka mereka mulai menghitung uang kembaliannya.Dari permainan ini mereka sudah belajar tentang Matematika Uang.

Ini beberapa foto yang sempat saya abadikan selama mereka bermain.

O….iya sekalian saja berbagi di posting ini tentang kegiatan minggu lalu yang masih berhubungan dengan tema main jualan ini. Kita pergi ke Technopolis di Mechelen, Belgia. Salah satu dari banyak kegiatan yang ada di sini yaitu mencetak uang di Bank. Anak-anak mempunyai uang kertas euro yang bergambar foto mereka :), mau cetak sebanyak-banyaknya juga boleh hehhehe…., Aisya , Danish dan Maritzapun punya uang sekarang.

Setelah mencetak uang di bank, maka bisa dipakai untuk belanja di supermarket hehehe, mulailah mereka berbelanja sampai keranjang terisi penuh.

Setelah itu Aisya bertugas sebagai kasir, dan mengecek harga barang-barang yang dibeli Aisya dan Danish dengan cara scan barcode tiap barang.

Dan pada layar akan muncul harga barangnya seperti ini.

Akan lebih baik lagi kalau selalu dipraktekkan di kehidupan sehari-hari ketika kita belanja dengan anak-anak. Biarkan dia menyebutkan harga barang, kemudian belajar membayar di kasir sendiri dan menghitung kembalian jika memang ada. Cara lain yaitu menyebutkan harga barang pada brosur toko yang suka dibagikan ke rumah-rumah seperti ini.

Selamat bersenang-senang dengan matematika uang!

Posted in Belajar Matematika Uang, Tantangan 30 Hari Klub Oase | Tagged , | Leave a comment